Saturday, February 6, 2010

Visit Museum Year 2010 #1 Museum Le Mayeur

sebagai warganegara yang baik patuh dan taat, sesuai dengan program pemerintah - Visit Museum Year 2010 **curiga, program yang dibuat untuk semakin memperkaya pemilikpemilik museum wisata :D, Ri berkunjung ke salah satu museum yang uda lama banget Ri idamidamkan.

Museum Le Mayeur, terletak di pinggir pantai sanur, tidak jauh dari inna grand bali beach hotel. tanya saja dagang tipat cantok di pantai sanur, pasti mereka tahu.

uhm..sebenarnya sich berkunjungnya ngga sengaja, pada waktu itu Ri sedang menemani seorang sutradara, pak wi dalam rangka proses pembuatan film dokumenter karyanya. pak wi lagi nungguin muncuk gunung agung yang ditutupi awan, berharap segera tersibak. lama dong.. n panassss......s. lebih baik berkunjung ke museum ini saja daripada berlamalama terkena angin pantai yang aduhai panasnya. bikin sakit. 


ketika masuk dar pintu candi bentarnya..udara sejuk segera menyapa kita. sejuk dan asri. itu kesan pertama Ri masuk area museum ini.


eits, bayar tiket dulu. Llkal n turis dibedakan. tiket untuk lokal rp. 2.000 dan turis engga tau karena engga nanya. hohoho.. kita dipersilakan mengisi buku tamu. ASL PLS. loket tiket dijaga oleh petugas pemerintah, karena museum ini dirawat oleh pemerintah kota/kabupaten **not sure which one, you tell me lha... hehe


Pintu masuk utama museum. Jangan pakai sepatu/ sandal yang ribet karena kita harus melepas alas kaki. Buat yang merasa bau kaki juga disarankan engga usah masuk ruangan museum, kasian pengunjung museum yang lain *pusingpusing mualmual muntahmuntah :D Sebelum dijadikan museum, tempat ini adalah kediaman Le Mayeur dan istrinya sekaligus model lukisannya, Ni Pollok. Le Mayeur adalah pelukis berkebangsaan Belgia, datang ke Bali melalui Singaraja sekitar tahun 1930-an. Keindahan Bali membuatnya jatuh hati, betah kali ya secara pada jaman itu wanitawanita di Bali khan topless.. ehehehe... Beliau memutuskan menetap, menikah dan menjalani hidupnya di Bali bersama yang tercinta. Hmm.. romantis skali.


Museum ini sebenarnya, dulunya, merupakan kediaman Mr & Mrs. Le Mayeur. Terdapat banyak ruangan di dalam bangunan utama museum ini yang terhubung oleh pintu Bali berukuran sempit. Hatihati untuk yang merasa bertubuh lebar. Mungkin ini adalah salah satu trik Le Mayeur untuk memotivasi Ni Pollok menjaga bentuk tubuhnya hihihi.. **selain melarang Ni Pollok memiliki anak. Gambar di atas merupakan salah satunya ruangan yang memajang lukisanlukisan Le Mayeur dibuat di beberapa negara yang dikunjunginya. Kebanyakan sich Eropa secara doi dari Belgia. Tiaptiap lukisan dilindungi dengan kaca, supaya aman dari tangantangan jahil. Sayangnya bukan kaca kualitas bagus yang dipakai melindungi sehingga pengunjung ngga bisa maksimal menikmati keindahan lukisan Pak Mayeur. Oiya Pak Mayeur adalah pelukis beraliran impressionisme eksotis tropikal klo kata Ri :D Hal ini jelas terlihat di lukisanlukisan yang dibuatnya ketika berdiam di Bali.

Nama Le Mayeur melesat ketika memamerkan lukisan impresionisme eksotis tropikalnya (klo ga salah) di Singapura. Keindahan wanita Bali -Ni Polok dalam beberapa lukisan, dilukisnya dalam berbagai posisi dalam 1 frame- berpadu dengan warnawarna hangat khas tropis menjadi ciri khas lukisannya.


Sebagian dari lukisan yang dipajang adalah repro dari lukisan asli. Sayangnya, repronya ngga bagus print-printannya, kabur, berwarna suram dan pecahpecah. Sungguh tidak mencerminkan keindahan lukisan Le Mayeur. Dan sebagian besar yang direpro adalah lukisan Le Mayeur yang berukuran besar, sekitar 1 meter (gambar atas). Lukisan asli disimpan di gudang lukisan kata penjaganya.


Selain lukisan, museum juga menyimpan dan memajang furniture, fotofoto Le Mayeur dan koleksi keramiknya. Gambar di atas salah satu contohnya, lemari pakaiannya Le Mayeur. Jadi, ketika mengeksplorasi museum ini, kita juga bisa berimajinasi bagaimana dahulunya Le Mayeur hidup di kediamannya ini...

Wait!!! semua gambar interior museum ini diambil secara sembunyisembunyi secara engga boleh memotret di dalam museum... **Tapi kan saya mempergunakannya tidak untuk tujuan komersial dan tanpa lampu blitz.. hihihi pembenaran lagi.


Setiap jengkal kediaman Le Mayeur tidak pernah lepas dari ukiran motif Bali. Mulai dari tembok, jendela, lemari pakaian, furniture,,, Kalo ubinnya sich engga, sakit kali klo jalan huehehehe


Relief cerita Ramayana di salah satu tembok Museum le Mayeur. Magnificent.


Museum Le Mayeur memiliki beberapa gedung, seperti rumah berkonsep Bali pada umumnya. Ada 2 gedung pamer, sayangnya yang satu lagi engga begitu terawat. Gambar di atas sich bangunan utamanya. Sungguh rumah yang cantik :-)


Nah.. ini namanya Bale Bengong Menurut keterangan yang tertempel di salah satu tiang bangunan sich dulunya Le Mayeur gemar dudukduduk di Bale Bengong ini sambil menikmati indahnya Sanur, pula sambil melukis.


Patung Le Mayeur dan Ni Pollok senantiasa menjaga pondok mereka tercinta. Bahkan sampai mereka sudah jadi patungpun mereka tetap berdampingan.

Oiya, ada pula art shop di areal museum. Sayangnya bukan art shop museum seperti yang kamu harapkan. Ini hanya sebuah art shop biasa, bukan art shop cenderamata museum setempat. Cenderamata yang berkaitan dengan Le Mayeur hanya sebatas kartu pos *standar Indonesia bgttt.... itupun dicetak dengan sangat buruk. Cinderamata lainnya adalah repro foto Le Mayeur dicetak ukuran 4R glossy. Ngga bgt deh. Sekedar bgt. Padahal ngarepnya ada lukisan repro Le Mayeur yang dicetak seukuran 10R-lah minimalnya.. Atau buku mengenai Le Mayeur. Sebab informasi yang ada di museum sangat terbatas.

Tapi engga ada salahnya untuk datang ke Museum Le Mayeur... sebab aura romansa Le Mayeur dan Ni Pollok masi terasa kental ketika kita berada di dalamnya.... :-)

Kucing peliharaan Le Mayeur. Hahaha boong deng.

Riri

2 comments:

gwawan said...

ulasan yg menarik... jd pengen kesana, tp km ya Ri yg jadi tour leadernya hehe...
mentang2 suka kucing, ttp aja foto penutupnya kucing

RIRI PRABANDARI said...

bole bole asal tipnya ok aja bang HOHOHOHO....

hihi dimanapun kapanpun always miawmiaw