Friday, January 21, 2011

paris van java #1

weekend pertama di tahun 2011 ini saya habiskan di bandung. kota yang selalu membuat saya jatuh cinta tiap kali bersua dengannya.

selalu.

perjalanan ke bandung saya tempuh via jakarta -tiba di bandara soekarno hatta- kemudian naik travel cipaganti - dengan membeli tiket seharga 150,000- menuju hotel tempat mami saya menginap di daerah pasteur. beliau sudah sampai sehari sebelumnya.

di rencana awal, mami dan saya berencana jaanjalan bareng tapi rencana berubah. mami pergi ke garut dan tasik. jadilah saya terdampar sendirian di bandung *krik akhirnya saya menyewa mobil untuk 1/4 hari saja, mami sudah akan kembali dari garut petang nanti. waktu sekarang menunjukkan jam 12 siang. oiya ternyata travel di bandung kalau weekend harganya lebih mahal daripada hari biasa. kalau hari biasa harganya 200ribu, untuk weekend di charga seharga 300ribu :-( *belum termasuk bensin. mahal ih

bandung weekend? macettt.. kya bali di musim liburan. saat itu saya bersyukur, macet di bali karena wisatawan lokal terjadi hanya beberapa bulan sekali. sedangkan orang bandung harus berbagi tiap weekend dengan wisatawan dari jakarta ataupun daerah lain. ngga kebayang gimana rasanya.

tujuan pertama, rumah mode *standar. kabarnya ini fo paling ok di bandung. barangnya bagusbagus. sampai disana... meh rame banget. suasananya sih ok banget yah karena berkonsep rumahan. ada beberapa bangunan terpisah yang terdiri dari beberapa cafe, toko tas sepatu dan baju. humph.. so lovely.

memasuki bangunan fo, berjutajuta perempuan bernafsu memilih hamparan berbagai macam produk fashion. saya? ngelongok dong. bingung mau mulai darimana. saya memutuskan keliling satu putaran melihatlihat sambil memperhatikan bapakbapak dan anakanak yang duduk di sofasofa yang disediakan di dalam toko. mukanya pada mati bosen semua hi hi... ada fashion wanita, fashion pria dan fashion anakanak. harganya bersahabat dengan kantong walaupun ga murahmurah banget juga. saya akhirnya memilih barangbarang yang diperlukan *daripada diinginkan.

sudah puas menenteng satu kantong belanjaan besar *70% isinya oleholeh saya mampir ke salah satu dari beberapa pilihan cafe nan cantik disana. namanya lupa ih. blueberry cheese cake dan java coffee float kyanya boleh banget nih dicoba :D dan pilihan saya ternyata tidak salah. oiya jangan pernah ragu untuk nyoba makanan di bandung karena mostly makanannya enakenak. jadi pingin kursus masak di bandung ;p

hum, sewaktu menunggu pesanan, saya memperhatikan deretan kuekue kering. pakingnya sederhana tapi manis banget, sangat menggoda :-) ini salah satu kelebihan produk kue buatan bandung. ah. mereka tahu banget cara menggoda indera kewanitaan.

rute selanjutnya? pvj! tujuan utamanya cuma untuk beli the face shop, ga da di bali sih *_* dan sukses dirayu spgnya untuk beli produk terbarunya, night mask -saya lebih suka menyebutnya masker si pemalas-

dari pvj, saya melanjutkan perjalanan ke jalan distro *lagilagilupanamanya. entahlah, mungkin akhirnya saya menikmati berada di tengah kemacetan, menjadi bagian di dalamnya. saya jadi berkesempatan lebih lama menikmati pemandangan di tiap sudut kota bandung, terutama saat melewati rumahrumah tua peninggalan belanda yang masih terawat baik. langitangit tinggi, beranda depan rumah, tanaman gantung, halaman luas dengan jenis tanaman klasik jaman dulu -bunga soka, masih ingat? :-) - deretan pohon tua dan besar di sepanjang jalan..

saya sengaja ngga bawa kamera. sebab saya tahu saya akan membiarkan mata telanjang saya menangkap keindahan ini berlamalama dan membiarkan perasaan saya menikmatinya tanpa tekanan harus menghasilkan foto yang bagus. hi hi... ini soal memanjakan inderamu sesekali, bukan egomu.

sekelebat rasa ingin pindah ke kota ini muncul lagi *2 tahun lalu saya sempat berencana pindah ke kota ini.

-to be continued

riri

No comments: